saat bersama terasa indah
walau kadan tak tersadari
berdua menjalin mimpi
yang takkan pernah terbayang
ketika ada yang pergi
gundah mulai datang di hati
sepi mengunci diri
dalam sebuah rumah impian
masa yang terus mengiringi
mengukir cerita di dalam hidup
terbiaskan cahya memori
jika sampai di sebuah persimpangan
haruskah diri di sini
haruskah selalu menanti
jawab pun mengilhami
kisah yang baru segera di mulai
mengisi sepenuh ruang di jiwa
menorehkan rona bahagia
Senin, 23 Februari 2009
Minggu, 22 Februari 2009
jarak
jarak akan nyata terlihat
tempat pun terlampau jauh
melambai arah di sana
tak terbayang kan berjumpa
impian yang di rajut sejak semula
terurai dalam bingkai cerita
saat tangga yang ku lewati
semakin mendekati bahagia
detik-detik penantian
harap di hati akan terwujud
sayang jalanannya harus lain
tragedi duka terjadi
menghancurkan kisah sejatiku
menuntunku semakin jauh
tuk menghampirinya
tempat pun terlampau jauh
melambai arah di sana
tak terbayang kan berjumpa
impian yang di rajut sejak semula
terurai dalam bingkai cerita
saat tangga yang ku lewati
semakin mendekati bahagia
detik-detik penantian
harap di hati akan terwujud
sayang jalanannya harus lain
tragedi duka terjadi
menghancurkan kisah sejatiku
menuntunku semakin jauh
tuk menghampirinya
Sabtu, 21 Februari 2009
tinggalkan
tak ingin selalu menulis namanya
tak kan lagi ku memanggilnya
seruanku pun tak sampai padanya
kerna tiada lagi yang kan sama
alur cerita terus bergulir
membuka kisahan yang harus ku lalui
kehampaan dan kesunyian tak ingin pergi
menggelayuti diri ini
asalkan ada secercah sinar cahya
entah apalah namanya
ku kan terus lanjutkan
sebuah perjalanan panjang
arahku kini pun sudah jelas
tak berbelok lagi
tak....tak boleh berulang lagi
tinggalkan semua
tak kan lagi ku memanggilnya
seruanku pun tak sampai padanya
kerna tiada lagi yang kan sama
alur cerita terus bergulir
membuka kisahan yang harus ku lalui
kehampaan dan kesunyian tak ingin pergi
menggelayuti diri ini
asalkan ada secercah sinar cahya
entah apalah namanya
ku kan terus lanjutkan
sebuah perjalanan panjang
arahku kini pun sudah jelas
tak berbelok lagi
tak....tak boleh berulang lagi
tinggalkan semua
Jumat, 20 Februari 2009
ke titik awal
tak mungkin aku kembali kesana
gambaran itu semua telah hancur
entah harus ku tanya pada siapa
mungkin ini salahku
terlalu percaya pada sebuah kenangan
tatkala kini tak sesuai kenyataan
biarlah aku sendiri di sini
biarlah sepi selalu menemani
bagaikan simfoni yang terus mengunci diri
bayangan keindahan tak lagi kulihat
sedikit pun tak ada lagi
biar ku tetap disisimu
inilah waktu yang tepat bagiku
tuk melepaskan kota masa laluku
saat usai sebuah cerita
hilang bersama hembusan angin lalu
gambaran itu semua telah hancur
entah harus ku tanya pada siapa
mungkin ini salahku
terlalu percaya pada sebuah kenangan
tatkala kini tak sesuai kenyataan
biarlah aku sendiri di sini
biarlah sepi selalu menemani
bagaikan simfoni yang terus mengunci diri
bayangan keindahan tak lagi kulihat
sedikit pun tak ada lagi
biar ku tetap disisimu
inilah waktu yang tepat bagiku
tuk melepaskan kota masa laluku
saat usai sebuah cerita
hilang bersama hembusan angin lalu
Kamis, 19 Februari 2009
masa lalu yang tertinggal
aku hanya manusia biasa
tidak bisa putarkan roda waktu
rasa yang ada di kalbu
kenangan yang terus membayang
kadang dalam diri melamun
merenungi arah menuntunku
kini sadari langkahku
tapi di tempat ini ku terpaku
mencari sebuah arti yang baru
dalam hidupku ini
relakan semua berlalu
biarkan gelap itu menghilang
bantu aku tuk menunggu
datangya terang merasuk sukmaku
ingin kubiarkan
masa laluku menghilang
dan tiada lagi beban
meninggalkan jauh kehampaan
mengisi hidup dengan sepenuh hati
tetapkan langkah tuk menyuluk sebuah asa
tidak bisa putarkan roda waktu
rasa yang ada di kalbu
kenangan yang terus membayang
kadang dalam diri melamun
merenungi arah menuntunku
kini sadari langkahku
tapi di tempat ini ku terpaku
mencari sebuah arti yang baru
dalam hidupku ini
relakan semua berlalu
biarkan gelap itu menghilang
bantu aku tuk menunggu
datangya terang merasuk sukmaku
ingin kubiarkan
masa laluku menghilang
dan tiada lagi beban
meninggalkan jauh kehampaan
mengisi hidup dengan sepenuh hati
tetapkan langkah tuk menyuluk sebuah asa
Rabu, 18 Februari 2009
cahya itu tertutup liku
berlari ku ingin kejar mimpiku
walau itu penuh kepayahan
ku sangka sinaran mengiringiku
nyatanya cahya itu tertutup seribu liku
kini ku ingin tetap kokoh berdiri
tak mungkin tuk dipermainkan
lagi oleh mereka
satu yang ada di fikir
dua yang terus terukir
bimbang di hati menyingkir
tuk kembali ku renung
angin di sekitarku pun menyeru
agar ku lupakan yang dulu
bintang di langit pun setuju
tuk slalu menemaniku
sampailah ku di masa ini
hadapi sebuah fenomena baru
yang mungkin membuatku terharu
ku yakin arah yang ku tuju
jangan kau coba lagi tuk mempengaruhiku
ku harap semua berlalu
kerna rasa itu telah keluar dari kalbuku
terbang bersama gugusan hujan
tiupan angin yang menerpaku
walau itu penuh kepayahan
ku sangka sinaran mengiringiku
nyatanya cahya itu tertutup seribu liku
kini ku ingin tetap kokoh berdiri
tak mungkin tuk dipermainkan
lagi oleh mereka
satu yang ada di fikir
dua yang terus terukir
bimbang di hati menyingkir
tuk kembali ku renung
angin di sekitarku pun menyeru
agar ku lupakan yang dulu
bintang di langit pun setuju
tuk slalu menemaniku
sampailah ku di masa ini
hadapi sebuah fenomena baru
yang mungkin membuatku terharu
ku yakin arah yang ku tuju
jangan kau coba lagi tuk mempengaruhiku
ku harap semua berlalu
kerna rasa itu telah keluar dari kalbuku
terbang bersama gugusan hujan
tiupan angin yang menerpaku
Selasa, 17 Februari 2009
apa yang di cari
apa yang sebenar ku cari di sini
tiap kali ku datang dan pergi
bernarkah ku hanya ingin berlari
ataukah pergi membawa diri
menyelami kisah sejati
puing-puing lara yang menerpa
gambaran kisah nyata
tak seorang pun insan kan menhampirinya
bila roda-roda itu berputar
tanpa lelah menyusuri jalan
mungkin takkan terputus harapan
tak jua berhenti di persiimpangan
dapat terwujud segala cita
tiap kali ku datang dan pergi
bernarkah ku hanya ingin berlari
ataukah pergi membawa diri
menyelami kisah sejati
puing-puing lara yang menerpa
gambaran kisah nyata
tak seorang pun insan kan menhampirinya
bila roda-roda itu berputar
tanpa lelah menyusuri jalan
mungkin takkan terputus harapan
tak jua berhenti di persiimpangan
dapat terwujud segala cita
Senin, 16 Februari 2009
my friend
biarlah resah mengiring langkah
menemani hari-hari ini
indah harap dalam jiwa
seumpama tiada ragu
kendati semua tlah kau lupa
di dasar hati kupercaya
kan ada lagi kisah sejati
bersama beriring
ulurkan mimpi di jiwa
meski jalanan tak lagi sama
temanku, genggam tanganku
kokohkan niat di dalam kalbu
menunggu goresan perjalanan
menjalin rajutan memory
menemani hari-hari ini
indah harap dalam jiwa
seumpama tiada ragu
kendati semua tlah kau lupa
di dasar hati kupercaya
kan ada lagi kisah sejati
bersama beriring
ulurkan mimpi di jiwa
meski jalanan tak lagi sama
temanku, genggam tanganku
kokohkan niat di dalam kalbu
menunggu goresan perjalanan
menjalin rajutan memory
Minggu, 15 Februari 2009
semua takkan sama
rentetan peristiwa menempa diri
mengukir kisah-kisah hidup ini
tiada yang kan di lupa
terkenang dalam jiwa
meski tak beranjak dari sini
posisi tak jua beralih
tetap disini
setia kan mengarungi mimpi
masa lampau dan kini
gambaran yang jauh berbeda
putaran roda waktu tiada hentinya
mencipta berjuta perubahan
tapi tak jua kusalahkan
bila harap dan nyatanya
entahkan dapat kuabaikan
kokoh berdiri menggapai cita
mengukir kisah-kisah hidup ini
tiada yang kan di lupa
terkenang dalam jiwa
meski tak beranjak dari sini
posisi tak jua beralih
tetap disini
setia kan mengarungi mimpi
masa lampau dan kini
gambaran yang jauh berbeda
putaran roda waktu tiada hentinya
mencipta berjuta perubahan
tapi tak jua kusalahkan
bila harap dan nyatanya
entahkan dapat kuabaikan
kokoh berdiri menggapai cita
Sabtu, 14 Februari 2009
kota masa laluku
kutengok lagi ke belakang
apa yang ada di sana
kota masa laluku
kota kenangan dalam hidupku
meski waktu terus beranjak
tak lekang dalam ingatanku
dalam sadarku kadang ku termangu
menolek sebuah kisah klasik
dalam perjalananku
detik-detik yang manis kala itu
dan kekal dalam sanubari
canda dan tawa yang terus bergema
lukisan hariku dahulu
andai ingin langkahkan kakiku
tuk teruskan sebuah perjalanan panjang
entah dugaan dan badai yang menerpa
ku harap moga tetap kokoh adanya
namun kota masa laluku tetap di hati...
apa yang ada di sana
kota masa laluku
kota kenangan dalam hidupku
meski waktu terus beranjak
tak lekang dalam ingatanku
dalam sadarku kadang ku termangu
menolek sebuah kisah klasik
dalam perjalananku
detik-detik yang manis kala itu
dan kekal dalam sanubari
canda dan tawa yang terus bergema
lukisan hariku dahulu
andai ingin langkahkan kakiku
tuk teruskan sebuah perjalanan panjang
entah dugaan dan badai yang menerpa
ku harap moga tetap kokoh adanya
namun kota masa laluku tetap di hati...
Jumat, 13 Februari 2009
ingin kukatakan
ingin kukatakan semua
pada awan yang beracak
pada lukisan indah cakrawala
dan pula pada debur ombak yang berlagu
sayap-sayap keteguhan kini mulai lepas
satu per satu mengikis
mungkin tiada keyakinan lagi
tuk terus selalu berdiri
disini menanti sebuah jawaban
yang telah di belah dengan kehadiran
seorang insan
perlahan-lahan menusuk hatiku
dari belakang punggungku sendiri
terus-menerus tanpa kusadari
mungkin pergi bersama angin lalu
pada awan yang beracak
pada lukisan indah cakrawala
dan pula pada debur ombak yang berlagu
sayap-sayap keteguhan kini mulai lepas
satu per satu mengikis
mungkin tiada keyakinan lagi
tuk terus selalu berdiri
disini menanti sebuah jawaban
yang telah di belah dengan kehadiran
seorang insan
perlahan-lahan menusuk hatiku
dari belakang punggungku sendiri
terus-menerus tanpa kusadari
mungkin pergi bersama angin lalu
Kamis, 12 Februari 2009
menjelang perpisahan
detik-detik terakhir bersamamu
terukir dalam dasar jiwaku
bayang wajahmu
serta senyum itu
akankah masa kan memihakku
tuk kembali merajut kisah
merangkai duka dan bahagia
sobatku..
waktu yang telah terlewati
beribu kenangan di hati
relaku melepasmu pergi
walau itu menyisakan tangis
sapuan angin lalu
inginku sampaikan rindu
bersamanya...
terukir dalam dasar jiwaku
bayang wajahmu
serta senyum itu
akankah masa kan memihakku
tuk kembali merajut kisah
merangkai duka dan bahagia
sobatku..
waktu yang telah terlewati
beribu kenangan di hati
relaku melepasmu pergi
walau itu menyisakan tangis
sapuan angin lalu
inginku sampaikan rindu
bersamanya...
Rabu, 11 Februari 2009
insah biasa
diri ini yang merasa biasa
banyak kekurangan dan khilaf
bagiku itu semua jadikan
sesuatu yang seperti orang lain
tiada istimewa yang kurasa
cenderung pada kesilapan yang ada
hanya mencoba menerima
setiap apa yang ada didiri
tak ingin sesalan terus menghinggapi
menjadi buah fikir
setiap malam yang menemani
terus mencuri kesalahan diri
moga tuhan merestui
hidup yang damai di hati
banyak kekurangan dan khilaf
bagiku itu semua jadikan
sesuatu yang seperti orang lain
tiada istimewa yang kurasa
cenderung pada kesilapan yang ada
hanya mencoba menerima
setiap apa yang ada didiri
tak ingin sesalan terus menghinggapi
menjadi buah fikir
setiap malam yang menemani
terus mencuri kesalahan diri
moga tuhan merestui
hidup yang damai di hati
Selasa, 10 Februari 2009
kesunyian
sunyi yang menghiasi hati ini
adakah seorang yang akan mengetuknya
membuka lembaran jiwaku
mengisis kisah dalam hidupku
apakah hati ini begitu dingin
hingga tak beri kesempatan
mengubah pandangan cinta
menerima kasih dari seorang
meniti kisah dalam kebersamaan
bongkahan es yang membeku
suatu masa akan mencair juga
bagaikan hati yang terbuka
menerima tetes-tetes bening
perasaan yang menyelami
jauh ke dalam hati
adakah seorang yang akan mengetuknya
membuka lembaran jiwaku
mengisis kisah dalam hidupku
apakah hati ini begitu dingin
hingga tak beri kesempatan
mengubah pandangan cinta
menerima kasih dari seorang
meniti kisah dalam kebersamaan
bongkahan es yang membeku
suatu masa akan mencair juga
bagaikan hati yang terbuka
menerima tetes-tetes bening
perasaan yang menyelami
jauh ke dalam hati
Minggu, 08 Februari 2009
love
kurasa kini
berharap berjumpa walau sesaat
sekejap mata menemani
berharap dia kan menyapa
dalam kesepian...
mungkinkah harus kunanti dirinya
meski semua masih kabur
masa yang menemani kini
di tengah perhentian panjang
akankah diri bahagia
atau gundah dalam kalbu
meratap akan bersua
di akhir masa penantian sirna
berharap berjumpa walau sesaat
sekejap mata menemani
berharap dia kan menyapa
dalam kesepian...
mungkinkah harus kunanti dirinya
meski semua masih kabur
masa yang menemani kini
di tengah perhentian panjang
akankah diri bahagia
atau gundah dalam kalbu
meratap akan bersua
di akhir masa penantian sirna
Sabtu, 07 Februari 2009
tipu daya
paras tak menguak rasa
medki biasa kadang berdusta
langkah mengadu tipu daya
hati bengis tertatap di jiwa
tiada lepas entah kemana
walau sejenggal rista
kurasa besar ruginya
dunia tak lagi indah
seindah kuntum yang mewangi
seputih kertas dan kapas sebening air yang mengalir
semua terlihat nyata
medki biasa kadang berdusta
langkah mengadu tipu daya
hati bengis tertatap di jiwa
tiada lepas entah kemana
walau sejenggal rista
kurasa besar ruginya
dunia tak lagi indah
seindah kuntum yang mewangi
seputih kertas dan kapas sebening air yang mengalir
semua terlihat nyata
Jumat, 06 Februari 2009
ketika cinta
ketika cinta menyapa dalam diri
setiap fikir tertuju satu
hanya wajah kekasih yang terbayang
setiap saat terus beradu
di mana-mana ku melihat wajahnya
ada getar halus menyertai
setiap langkah pasti
menunggu jawab tak tentu
hingga diri ini pun akan berlalu
menjauhi kenangan dan impian
hanya diri ini yakin tuk terus menanti
terjawab semua tanya di hati
setiap fikir tertuju satu
hanya wajah kekasih yang terbayang
setiap saat terus beradu
di mana-mana ku melihat wajahnya
ada getar halus menyertai
setiap langkah pasti
menunggu jawab tak tentu
hingga diri ini pun akan berlalu
menjauhi kenangan dan impian
hanya diri ini yakin tuk terus menanti
terjawab semua tanya di hati
Kamis, 05 Februari 2009
untitled 2nd
getar asmara adakah kiranya
saat datang pujaan jiwa
sayang tiada di sana
dugaan hilang jangan kecewa
malioboro banyak penjual
baju dan sandal berserakan
cewek banyak membual
ragu dan kesal dalam getaran
rumpun bambu menghijau
hati rindu mengharap berjumpa
namun ragu membuat kacau
kini pilu kerap melanda
masa lalu indah terkenang
setiap insan takkan lupa
masa pilu sudah hilang
berapa angan akan nyata
saat datang pujaan jiwa
sayang tiada di sana
dugaan hilang jangan kecewa
malioboro banyak penjual
baju dan sandal berserakan
cewek banyak membual
ragu dan kesal dalam getaran
rumpun bambu menghijau
hati rindu mengharap berjumpa
namun ragu membuat kacau
kini pilu kerap melanda
masa lalu indah terkenang
setiap insan takkan lupa
masa pilu sudah hilang
berapa angan akan nyata
Label:
poetry,
puisi
3
.: KOMENTAR ORANG LAIN :.
Rabu, 04 Februari 2009
untitled
ada banyak pilihan
begitu nyata di hadapan
melangkah terus atau berhenti di
persimpangan
memutuskan segenap jalan
jalan yang dilalui tak semudah angan
hanya diri coba tegar menerjang
tiada gundah yang menghampiri
tenang berada di sisi
damai mengisi ruang hati
begitu nyata di hadapan
melangkah terus atau berhenti di
persimpangan
memutuskan segenap jalan
jalan yang dilalui tak semudah angan
hanya diri coba tegar menerjang
tiada gundah yang menghampiri
tenang berada di sisi
damai mengisi ruang hati
Label:
poetry,
puisi,
untitled
2
.: KOMENTAR ORANG LAIN :.
Selasa, 03 Februari 2009
pertemuan
paras yang nampak ceria
bibir merekah memperlihatkan tawan
hati diliputi rasa gembira
bersua kawan lama
meski hanya sepenggal tanya
dan kekosongan menemani
jiwa ini berkata ceria
canggung di antara kita
tercipta begitu adanya
sedikit masa yang mendukung kita
mengarungi malam nan bahagia
sobat
kutak sangka terulang semula
kisah kita di kala lampau
walau mungkin tak seindah kata
yang terlukis di hadapan kata
bibir merekah memperlihatkan tawan
hati diliputi rasa gembira
bersua kawan lama
meski hanya sepenggal tanya
dan kekosongan menemani
jiwa ini berkata ceria
canggung di antara kita
tercipta begitu adanya
sedikit masa yang mendukung kita
mengarungi malam nan bahagia
sobat
kutak sangka terulang semula
kisah kita di kala lampau
walau mungkin tak seindah kata
yang terlukis di hadapan kata
Label:
poetry,
puisi
1 .: KOMENTAR ORANG LAIN :.
Senin, 02 Februari 2009
kepiluan hati
tetes-tetes embun saat itu
dan hujan rintik yang membasahi bulu mataku
menjadi saksi bisu kepiluanku
memberiku luka terdalam
merasuk dalam jiwaku
akupun terikat dalam kedukaan
dalam lembah air mata
jurang kepedihan mengangu di hadapanku
mendorongku masuk
terus dan terus tercebut
semakin dalam
tak kusangka begitu rapuhnya diri ini
tenggelam di tangisan
tak sanggup ku tatap mentari
tak sanggup lagi menjalani kehidupan
diri ini lemah tak berdaya
dan hujan rintik yang membasahi bulu mataku
menjadi saksi bisu kepiluanku
memberiku luka terdalam
merasuk dalam jiwaku
akupun terikat dalam kedukaan
dalam lembah air mata
jurang kepedihan mengangu di hadapanku
mendorongku masuk
terus dan terus tercebut
semakin dalam
tak kusangka begitu rapuhnya diri ini
tenggelam di tangisan
tak sanggup ku tatap mentari
tak sanggup lagi menjalani kehidupan
diri ini lemah tak berdaya
Label:
poetry,
puisi
3
.: KOMENTAR ORANG LAIN :.
Minggu, 01 Februari 2009
bayang menemani
tak terkira semua kini berubah
masa indah telah pergi
kini tiba masa pilu
yang kian membayangi hari-hariku
hanya ku berharap dirimu ada di sana
dengan segala kebaikan
segala kenangan ada di jiwa
bagai kisah yang tak terhapus
menyatu dalam hati dan pikiran
selalu ada dalam langkahku
bayangmu selalu ada di sini
di pelupuk mataku
setiap saat bagaikan menemaniku
walau itu hanya bayang
bayang-bayang indah pesona
hanya hatiku ini merasa ragu
pada suatu yang belum jelas adanya
masa indah telah pergi
kini tiba masa pilu
yang kian membayangi hari-hariku
hanya ku berharap dirimu ada di sana
dengan segala kebaikan
segala kenangan ada di jiwa
bagai kisah yang tak terhapus
menyatu dalam hati dan pikiran
selalu ada dalam langkahku
bayangmu selalu ada di sini
di pelupuk mataku
setiap saat bagaikan menemaniku
walau itu hanya bayang
bayang-bayang indah pesona
hanya hatiku ini merasa ragu
pada suatu yang belum jelas adanya
Label:
poetry,
puisi
0
.: KOMENTAR ORANG LAIN :.
Langganan:
Postingan (Atom)












![[poetry]](http://feeds.feedburner.com/blogspot/KuzY.1.gif)